Wujudkan Kampus Berkelanjutan, IAIN Bone Teken Pakta Integritas Ekoteologi Kultural
29 September 2026
BONE - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone menggelar Seminar Nasional Pengarusutamaan Ekoteologi dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi (PELITA) di Aula Utama, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan ini dirangkaikan dengan seremoni penandatanganan Pakta Integritas Ekoteologi Kultural secara serentak oleh jajaran pimpinan institut.
Penandatanganan tersebut menjadi tonggak penegasan visi IAIN Bone menuju Universitas Islam Negeri (UIN).
Pakta integritas ini secara khusus menjadikan ekoteologi kultural sebagai budaya kerja, dengan mengintegrasikan nilai kearifan lokal Bugis yakni Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge', Siri' na Pacce, dan Pangadereng sebagai basis kepedulian sivitas akademika terhadap lingkungan.
Rektor IAIN Bone, Prof. Dr. H. Lukman Arake, Lc., M.A., saat membuka kegiatan, menegaskan bahwa merawat lingkungan bukan sekadar program teknis, melainkan amanah teologis yang diwariskan kepada manusia sebagai khalifah.
Ia menyoroti pentingnya kepedulian terhadap hal-hal yang sering dianggap sepele, seperti manajemen kebersihan dan pembuangan sampah.
"Jangan ada pembiaran, walau pun menurut kita persoalan itu kecil. Sampah itu kecil, tapi itu sangat terkait dengan kehidupan manusia dan dampaknya bisa memicu masalah yang jauh lebih besar jika tidak ditangani," tegas Prof Lukman.
Hal senada ditegaskan oleh Kepala Biro AUAK IAIN Bone sekaligus Project Leader PELITA, Dr. H. Muhammad Yunus, S.Ag., M.Ag. Ia memaparkan bahwa gerakan ekoteologi ini dirancang agar tidak sekadar berhenti pada diskursus di ruang seminar, melainkan teraplikasi dalam kebiasaan dan karakter sehari-hari, salah satunya melalui imbauan membawa tumbler untuk menekan sampah plastik di area kampus.
"Kita ingin agar apa yang selama ini kita diskusikan dapat terimplementasi pada sikap dan perilaku. Mari kita mulai dari diri masing-masing, dari kebiasaan yang sederhana. Insyaallah, dari kampus, kita merawat bumi," jelasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Daerah, yakni Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bone, Dray Vibrianto, S.IP., M.Si., serta Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bone.
Kehadiran berbagai instansi ini mempertegas langkah sinergis antara IAIN Bone dan stakeholder di daerah dalam merawat lingkungan hidup.
Guna mempertajam diskursus akademis, IAIN Bone menghadirkan narasumber utama dari Kementerian Agama RI, yakni Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB), Hj. Musyarrafah Amin, S.Sos., M.Si., bersama Widyaiswara Ahli Madya, Dr. Hj. Ispawati Asri, M.M. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan IAIN Bone, Prof. Dr. Ridhwan, S.Ag., M.Ag., turut bertindak sebagai pemateri yang dipandu langsung oleh moderator Dr. Qudratullah, S.Sos., M.Sos., M.Pd.
(humas/iainbone)