Optimalkan Publikasi, Humas IAIN Bone Bentuk Kontributor Unit Kerja
07 Oktober 2026
BONE - Tim Hubungan Masyarakat (Humas) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone membentuk tim kontributor yang tersebar di setiap unit kerja.
Langkah ini merupakan upaya strategis untuk mengoptimalkan publikasi seluruh kegiatan lembaga. Pertemuan perdana tim kontributor berlangsung di Ruang Rapat Senat IAIN Bone, Rabu (7/10/2026).
Tim ini beranggotakan 12 orang perwakilan yang berasal dari berbagai unit kerja, meliputi empat Fakultas, Pascasarjana, Satuan Pengawas Internal, Lembaga Penjaminan Mutu, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, serta empat Unit Pelaksana Teknis.
Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan (AUAK) IAIN Bone, Dr. H. Muhammad Yunus, S.Ag., M.Ag., dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif pembentukan tim kontributor tersebut.
Menurutnya, kontributor memegang peran yang sangat penting dalam membangun wajah institusi di mata publik.
"Kontributor itu memiliki peran yang sangat luar biasa, strategis sekali. Karena wajahnya institusi itu sangat ditentukan oleh sejauh mana kontributornya mampu untuk menampakkan pewajah kampus," ujar Dr. Muhammad Yunus.
Ia mengingatkan bahwa IAIN Bone memiliki intensitas kegiatan yang tinggi. Oleh karena itu, penting bagi setiap unit kerja untuk mengekspos setiap kegiatan tersebut agar masyarakat mengetahui kerja nyata dan kontribusi kampus.
"Kegiatan-kegiatan yang ada di fakultas, yang ada di unit lembaga sejatinya itu semua harus kita ekspos ke khalayak supaya mereka paham, mereka mengerti bahwa kita bekerja," tambahnya.
Dalam menulis berita, Dr. Muhammad Yunus mendorong para kontributor untuk tidak hanya mengandalkan rasio atau nalar yang logis. Ia menekankan pentingnya sentuhan nurani dan psikologi pembaca.
"Olahnya Saudara-saudara sekalian, dengan dua pendekatan, pendekatannya apa? Pendekatan nalar dengan pendekatan nurani," tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan nalar memastikan informasi masuk akal, sementara pendekatan nurani mempertimbangkan bagaimana perasaan audiens ketika membaca berita tersebut.
Selain itu, sejalan dengan visi Rektor IAIN Bone, Dr. Muhammad Yunus juga meminta para kontributor untuk menyisipkan nilai-nilai ekoteologi kultural dalam setiap publikasinya.
Hal ini, menurutnya, dapat diwujudkan melalui narasi sederhana, seperti kegiatan kerja bakti di lingkungan kantor.
Guna mendukung kinerja para kontributor, Tim Humas IAIN Bone memberikan pembekalan yang mencakup pemahaman fundamental kehumasan. Materi yang disampaikan meliputi struktur penulisan berita dengan prinsip 5W+1H (Siapa, Apa, Kapan, Di Mana, Mengapa, dan Bagaimana), teknik fotografi jurnalistik, serta pedoman peliputan di lapangan.
Untuk mempermudah proses pelaporan, Humas IAIN Bone juga telah merancang sistem pelaporan digital menggunakan Google Form. Kontributor cukup mengisi formulir yang telah dikategorikan berdasarkan unsur 5W+1H. Data yang masuk kemudian akan disunting dan dipublikasikan oleh tim redaksi Humas IAIN Bone.
Ketua Tim Humas IAIN Bone, Khadijah, S.Ag., M.H., menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas peliputan di lingkungan kampus. Ia juga mengucapkan terima kasih atas kesediaan para kontributor untuk bergabung dalam tim.
"Ke depannya, para kontributor akan diberikan sejumlah pelatihan lanjutan," ungkap Khadijah.
Terkait fasilitas pendukung, Khadijah menyatakan bahwa Humas IAIN Bone merencanakan pengadaan brand identity berupa kartu identitas, rompi, dan perlengkapan kehumasan lainnya. Namun, ia menekankan bahwa realisasi tersebut akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan dengan kemampuan finansial institusi.
"Namun tetap kita akan bertahap. Dari kecil-kecil, insyaallah kita niatkan untuk kebaikan institusi," pungkasnya.
(humas/iainbone)