Uji Visi dan Integritas, Senat IAIN Bone Rampungkan Pertimbangan Kualitatif Calon Rektor
05 Februari 2026
Senat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone menggelar rapat tertutup untuk memberikan pertimbangan kualitatif terhadap enam Calon Rektor Masa Jabatan 2026–2030.
Agenda yang berlangsung di The Novena Hotel and Convention, Kamis (5/2/2026), merupakan tahapan krusial dalam memastikan kapasitas akademik dan integritas para kandidat.
Dihadiri oleh seluruh anggota Senat yang berjumlah 24 orang, terdiri dari jajaran guru besar, pimpinan institusi, pimpinan fakultas, serta perwakilan dosen.
Para calon rektor, dalam forum itu, memaparkan Pernyataan Kualifikasi Diri (PKD) yang mencakup visi, misi, rekam jejak manajerial, hingga komitmen reputasi akademik.
Ketua Senat IAIN Bone, Prof. Dr. H. Amir HM, M.Ag., menegaskan bahwa hasil rapat ini merupakan rekomendasi resmi untuk Kementerian Agama (Kemenag) RI.
“Kami menekankan pentingnya figur yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu membawa IAIN Bone menjadi pusat kajian Islam yang relevan dengan tantangan zaman,” ujarnya.
Rektor IAIN Bone, Prof. Dr. H. Syahabuddin, M.Ag., dalam sambutannya mengingatkan pentingnya soliditas seluruh sivitas akademika dalam proses transisi ini.
“Tidak ada pengkotak-kotakan dalam kampus kita. Semuanya satu tujuan, bagaimana IAIN Bone berdampak bagi kemaslahatan umat berdasarkan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” tegasnya.
Agenda ini diakhiri dengan penandatanganan berita acara oleh pihak Senat yang disaksikan oleh Prof. Dr. A. Nuzul, S.H., M.Hum.
dan Drs. M. Yahya, M.Ag.
Pascapenandatanganan, Senat secara resmi menyerahkan dokumen hasil pertimbangan kualitatif tersebut kepada Rektor IAIN Bone yang diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Prof. Dr. Amir, M.Ag.
Dokumen ini selanjutnya akan diteruskan ke Jakarta sebagai bahan pertimbangan akhir bagi Panitia Seleksi di tingkat pusat.