26 Mahasiswa TBI IAIN Bone Tampil sebagai Presenter di Konferensi Internasional UNM
18 Juli 2026
BONE – Sebanyak 26 mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) Fakultas Tarbiyah IAIN Bone tampil sebagai presenter dalam Lontara International Conference 2026 yang digelar oleh Universitas Negeri Makassar di Menara Pinisi UNM, (17–18/7/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan berkolaborasi dengan the 14th ELITE International Conference 2026.
Mereka merupakan mahasiswa semester 6 dari dua kelas Program Studi TBI, yang selama proses persiapan didampingi oleh dosen pembimbing Aschawir Ali, M.Pd., dosen pengampu bidang Listening pada prodi yang sama.
Ia memberi pendampingan sejak tahap pengembangan ide, penyusunan artikel, revisi, hingga persiapan presentasi.
Dari kelas TBI 1, 12 mahasiswa yang tergabung dalam 4 tim mempresentasikan empat penelitian secara daring melalui sesi paralel online. Tim pertama mengangkat penggunaan lagu pop barat sebagai bahan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa Indonesia.
Tim kedua membahas peran musik dan seni dalam peningkatan kecakapan berbicara bahasa Inggris bagi pelajar dewasa.
Tim ketiga mengeksplorasi pendekatan multimodal dari lirik lagu menuju literatur untuk meningkatkan keterampilan membaca calon guru. Tim keempat mengkaji integrasi konten sejarah lokal dalam pembelajaran bahasa asing untuk meningkatkan kemampuan berbicara.
Sementara itu, kelas TBI 2 terdiri dari 14 mahasiswa dalam 5 tim, tampil dalam sesi paralel daring.
Penelitian yang dipresentasikan mencakup strategi translanguaging dalam pembelajaran bahasa Inggris berbasis musik oleh penutur Bugis, persepsi calon guru Indonesia terhadap penulisan naratif kegiatan keagamaan dalam pembelajaran ESP, persepsi mahasiswa Indonesia terhadap novel roman sebagai bahan pembelajaran membaca, pemanfaatan kearifan lokal dalam pengembangan konteks pembelajaran bahasa Inggris, serta eksplorasi potensi pembelajaran berbasis film dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa EFL Indonesia.
Sebelum tampil, setiap tim melalui proses seleksi berupa submission abstrak dan full paper yang direview panitia sebelum dinyatakan diterima.
Konferensi ini melibatkan akademisi dan peneliti dari berbagai negara. Keynote speaker dan mitra akademik yang hadir berasal dari Malaysia, Filipina, India, Pakistan, Arab Saudi, Portugal, Rusia, serta Regional English Language Office (RELO) dari Kedutaan Besar Amerika Serikat.
Presentasi pemakalah tersebar dalam delapan meja sesi luring dan lebih dari 20 breakout room daring, dengan total pemakalah diperkirakan mencapai ratusan orang dari berbagai kampus di Indonesia maupun luar negeri.
Agung Riski Pratama, salah satu peserta dari TBI 1, mengungkapkan bahwa pengalaman ini jauh melampaui ekspektasinya.
"Meskipun pada awalnya merasa gugup, pengalaman tersebut justru meningkatkan kepercayaan diri kami dalam melakukan presentasi akademik menggunakan bahasa Inggris," ujarnya.
Kesan serupa disampaikan Nurul Sahira dari TBI 2. Menurutnya, konferensi ini membuka perspektif baru tentang dunia riset.
"Pengalaman ini cukup membuka wawasan kami tentang bagaimana sebuah penelitian, sekecil apa pun skalanya, dapat dikomunikasikan secara ilmiah dan mendapat tempat di forum internasional," ujarnya.
Berikut nama-nama mahasiswa yang tampil sebagai presenter. Dari kelas TBI 1, empat tim yang tampil terdiri dari Dewi Lestari, Andi Nirzhana, dan Nur Salsabila di Tim 1; Rita Widiasari, Arfina Rahmi Raehan, dan Nurul Annisa binti Sahabuddin di Tim 2; A. Nursyabilah, Alysa Firdha Rukmini Rusdi, dan A. Nur Afila di Tim 3; serta Agung Riski Pratama, Aulya Ananda, dan Dika Natasya di Tim 4.
Sementara dari kelas TBI 2, lima tim yang tampil terdiri dari Nurul Shahira, Irmawati, dan Suci Ramadhani di Tim 1; Nabila dan Rasnadia di Tim 2; Egi, Fitriani, dan Lutfiah Salsabila di Tim 3; Unil Fadillah, Hesti Erwahyu, dan Rahmiyanti di Tim 4; serta Maya Safitri, Dian Rahayu, dan Hasma di Tim 5.
(humas/iainbone)